Senin, 21 Januari 2019

Resolusi 2019

Resolusi tahun 2019 adalah "being minimalist"

Jadi nihhhh gak tau kenapa dengan kepribadian kita (aku dan suami) yang kaya gini ternyata baru kita sadari kalau kita ini sebenernya mahluk minimalis yang masih maximalis dikit2. Jadi mulai tahun ini kita berusaha buat bener2 minimalis. Minimize semua barang2 yang gak pernah dipakai sampai pada akhirnya baju kita 1 lemari besar hilang karena baju 1 lemari itu emang gak pernah kita pake, dan lemarinyapun kita kasih ke satpam komplek 😂 Jadi dengan berkurangnya satu lemari gedhe rumah kita jadi luas banget oey!!

Pertama tama kita pilih2in baju tuh, dan sebagai seorang minimalis kita pilih baju sebasic mungkin. Jadi di lemari kita sekarang cuma ada baju putih, hitam, abu2. Begitu jg jilbab gueeeeh. Cokelat masih ada ding kalau jilbab hihi.

Kedua kita beresin mainan Aleya, udah gak dijejer rapi macam ruangan TK sekarang, tapi lebih mirip perpustakaan hhe rapihhhh!!

Ketiga beresin dapur, dan dapur gue sekarang cantikkk. Punya rak bumbu dan tertata rapi, gak ada tuh sekarang plastik kopi, plastik minyak, plastik indomie, semua punya tempatnya masing2. Dari dulu emang udah gitu sih perasaan wkwk.

Keempat beresin kamar mandi, no plastik2 isi ulang sabun, dll. Semua punya tempat masing2 dan tertata rapih.

Kelima tas dan dompet. Sebagai ibu2 dengan toddler gue emang bukan tipe ibu2 rempong yang bawa berbagai macam peralatan mandi, makan sampai tidur di dalam tas. Cukup bawa popok+plastik, tissue basah (kalau inget), dompet, dan minuman Aleya. Nyatanya juga aman2 aja alhamdulillah hhi.

Jadi rumah gue sekarang luas dan bersih banget. Gak kaya sebelumnya yang jelas wkwk. Gak ada barang berserakan dan ternyata ngefek lho ke Aleya. Dia naruh sepatu dan pakaian kotor pada tempatnya, gak asal lempar sana sini. Kalau suami sihhh emang dr lahir udah super rapi sedunia. Jadi malah aku nih yang harus belajar banyak dari dia wkwk.

Sebagai seorang minimalist, kita udah gak pernah mikirin apa kata orang lagi, dont care about what people say about you yg penting kita happy, kita gak shopping2 buat barang gak penting, kita gak beli baju2 sesuai trend biar dikatain modis, gak jaman now banget deh yang penting tetep rapi dan enak diliat aja, baju itu2 aja yaaa hayuuk, sepatu itu2 aja ya biarin, terserah apa kata orang yang penting kita happy lah yaa 😂
Jadi uang jatah shopping2 tadi kita gunain buat membahagiakan diri, mencoba hal baru, travelling, memperkaya ilmu, dan bermanfaat bagi orang lain.

By being minimalist we'll have less but we can do more, more and more.
Jadi mungkin mulai tahun 2019 ini kita bakalan sering travelling dan kuliner. Yeyyy. Intinya buatlah cerita bahagia di hidupmu, bukan hanya mikir besok pake baju apa yaaa. Be simple guysss, we dont care stuffs like that..

17 Oktober 2017

Tanggal ini, tanggal ini adalah tanggal kelahiran putriku yang sekarang sudah menginjak umur 15 bulan. Ternyata aku belum oernah menyempatkan diri untuk menulis perjuanganku melahirkan dia ke dunia.

Aku tidak melahirkan secara normal. Ya.
Aku memilih tanggal cantik. Ya.
Aku tidak mau berusaha menunggu tanda tanda gelombang cinta. Ya.

Untuk para ibu yang melahirkan normal, aku yakin kalian pasti tidak setuju dengan pilihan yang aku buat. Sering aku melihat beberapa IG story yang menyudutkan ibu yang melahirkan secara caesar. Bahkan ibuku sendiri pun sempat nyeletuk aku bukan ibu sesungguhnya karena aku tidak merasakan sakitnya melahirkan secara normal.
Tapi, hanya itukah standar seorang ibu seutuhnya??
Ibu seutuhnya adalah ibu yang merawat anak mereka dengan bahagia dan sepenuh hati tanpa embel2 mereka melahirkan normal atau caesar. Karena justru perjuangan terberat adalah setelah mereka lahir ke dunia. Bukan proses kelahirannya. Banyak kok ibu2 yang melahirkan normal tapi mengabaikan anak mereka. Apa mereka juga tetap lebih baik dibandingkan ibu yang melahirkan caesar tapi mengurus anaknya dengan baik?? Aku rasa tidak.

Baik aku akan menceritakan kisah perjuanganku di tanggal ini. Untuk alasan kenapa aku memilih melahirkan secara caesar sudah aku posting tahun lalu yah.

Jadi pagi itu kedua ibuku dan eyang putri dari suami sudah ada di rumah, kita tidur berlima di rumah. Semalaman aku tidak bisa tidur, membayangkan hari ini aku akan melakukan operasi dan bertemu putriku. Macam anak SD yang terlalu happy mau piknik sekolah gitu. Jam 1 dini hari mungkin aku baru bisa tidur, itupun tak nyenyak karena jam 4 terbangun lagi dan aku pun melakukan tahajud terakhir ketika hamil. Aku menangis di dalam diam karena aku tidak ingin tangisanku didengar oleh ibu2ku. Akhirnya aku tidur lagi sampai setengah 6 melakukan shalat subuh dan membantu ibuku yang sudah memasak nasi goreng. Kita sarapan berlima di rumah kala itu.

Setelah sarapan, sekitar jam 11 kita bersiap untuk berangkat ke rumah sakit, mengurus administrasi dan check in..macam hotel aja 😂 tapi emang rumah sakitnya kaya hotel sih. Dulunya Ciputra Mitra Hospital gak serame sekarang, masih sepi, bersih banget, pelayanannya ramah bak hotel bintang 5 wkwkwk. Sesampainya di RS ternyata kamar VVIP lantai 2 yang kita pesan full, sehingga untuk sementara waktu mau disiapkan kamar baru di lantai 3 dan mungkin akan siap sekitar jam 13 an. Kenapa kita pilih kamar VVIP. Karena batasan pengunjung yang boleh menginap 4 orang cuma kamar VVIP. Padahal ibu2ku, nenek, dan suamiku pasti harus menginap juga di RS. Meskipun rumah kami dekat RS aku yakin gak ada yang mau pulang ke rumah setelah putriku lahir 😂

Karena masih lama, akhirnya kita berlima jalan2 dan keluar makan siang dulu. Ajiiib nih bumil jam 5 operasi masih jalan2 aja dan makan sambel acan. Haha akhirnya dapet konfirmasi dari RS kalau kamar sudah siap dan kita langsung bisa masuk.

Aku langsung disuruh berbaring, ngecek denyut jantung bayi dan gerakan yang harus aku lakukan sendiri pakai alat macam earphone yang ditaruh di perut gitu kayaknya. Lupa2 inget. Fotonya sih ada di laptop tapibini ngeblog pake hp jadi males hidupin laptop. Wkwk #banyakalasan. Abis itu langsung deh disuruh puasa gak boleh makan minum. Akhirnya aku bobo bentar, jam setengah 5 an sore aku bangun dan disuruh ganti baju operasi, dipasang infus dan kateter, dicukur rambut kemaluan sama cek tensi. You know whattt. Tekanan darahku mendadak tinggi, yang biasanya 100-110 ini mendadak jadi 160. Sepertinya ini efek kelelahan dan kurang tidur malam sebelumnya. Hiks. Trus HB darahku ternyata cuma 74 atau 76 lupa. Dan belakangan ini aku tahu kalau HB darah dibawah 80 tidak diperkenankan melakukan operasi karena akan beresiko mengalami pendarahan. Tapi kenapa tetap dioperasi guehh 😭

Jadi ketika aku masuk ruang operasi dimana aku cuma sendirian karena suami gak diperkenankan masuk, hiksss diinfokan bahwa stok darah B di RS habis, sudah telpon di PMI habis juga. Jadi mau gak mau harus ada keluarga atau kerabat yang bisa mendonorkan darah ke PMI.

Cerita keriweuh an di luar ruang operasi dulu yaaaa...
Waktubitu ibuku dan ibu mertuaku yang bergolongan darah B pun langsung menuju ke PMI diantar oleh petugas RS. Perjalanan dari RS ke PMI hampir 1 jam, sesampainya di sana ternyata beliau2 tidak bisa mendonorkan darah. Karena tensi ibu terlalu tinggi, dan tensi ibu mertua terlalu rendah. Hiks. Suamiku yang menunggu di luar ruang operasi pun sampai ngeblank begitu mendengar kabar tersebut, dia bertanya kepada seluruh teman kantornya apa ada yang bergolongan darah B dan bisa donor saat itu juga, yang notabene itu hari Selasa..dan masih jam kerja. Tapi akhirnya perjuangan panjangpun berakhir, tantenya suamiku diperbolehkan untuk melakukan donor darah.

Di dalam ruang operasi sangat dingin, aku bertemu dengan dokter Ruth spog ku dan menyapaku dengan si perut gantung wkwk. Ada juga dokter anestesi pria yang sangat baik mengajakku ngobrol selama operasi, menyuruhku tetap tersadar meskipun mataku rasanya berat sekali, memberitahuku berbagai macam ilmu anestesi dan menginfokan tekanan darahku yang masih konstan diangka 150-170 hikss. Beliau mengafirmasiku agar tetap relaks dan ternyata benar aku tidak merasakan sakit sama sekali meskipun kepala kliyengan banget. Akhirnya jam 17.37 putriku lahir dan langsung dibersihkan oleh bidan kemudian langsung IMD sekitar 10 menit aja hikss. Ingin menangis tapi kutahan, masih tidak percaya dengan anugrah yang telah Allah berikan. Putri yang sehat sempurna ini dengan berat 3,2 kg dan panjang  48cm di usia kehamilan 38 minggu.
Setelah itu aku tak sadarkan diri..

Sekitar pukul 7 aku terbangun dan mendapati diriku menggigil hebat di ruang sauna. Dingiiiin sekali, sangat dingin padahal aku tau aku masuk di ruangan yang panas. Sampai pada akhirnya aku bisa bertemu suamiku, dia nampak cemas dan ketakutan melihatku. Dia kasihan melihatku menggigil di selimut yang panas itu, dia memelukku erat seolah takut kehilanganku. Acieeee wkwk. Apa dokter mengatakan sesuatu padanya? Apa aku mengalami pendarahan hebat? Entahlah..dia bercerita kalau sudah melihat putri kita dan mengadzani nya lewat lubang inkubator, dia begitu bahagia dan mengatakan "ternyata begini rasanya, bahagia banget jadi seorang ayah" dia berterima kasih padaku dan bilang bahwa aku harus kuat melewati proses ini.

Akhirnya lama kelamaan tubuhkuu menghangat, selesai sudah perjuangan hidup dan matiku wkwk. Transfusi darah mulai dilakukan dan aku tetap tidur di ranjang, aku langsung bisa buang angin dan diperbolehkan untuk minum. Sesudahnya sekitar pukul 10 malam, suster mengatakan kalau Aleya nangis terus karena memang dibiarkan tidak diberi sufor sama sekali dan meminta izin apakah aku udah siap kalau bayi nya ditaruh di kamar. Ya tentu aja siapppp lah. Sesampainya Aleya dikamar, aku langsung nenggendong dan mencoba belajar menyusuinya. Dan Aleya pun langsung diam dan gak nangis lagi. Meskipun dia baru ngenyot2 dikit karena ASI ku belum keluar banyak.

Malam itu kita tidur bersama sementara papa langsung mengubur ari2 ke rumah tante. Keesokan harinya aku sudah belajar untuk duduk dan malamnya aku sudah berdiri dan berjalan.

Dan drama perASIan pun di mulai, ketika bangun pagi aku menangis sejadi2nya karena payudaraku mengeras seperti batu, sakiitt minta ampun, lebih sakit dari operasi, apalagi saat dibantu suster memijat payudaraku masyaallah sakit luar biasa sampai menangis tersedu2 😢 sejak saat itu aku rutin memompa ASI karena kalau gak dipompa akan mengeras seperti batu lagi hiksss. Produksi pabrik terlalu melimpah cyiin. Alhamdulillah..padahal sampai sekarang aku juga gak pakai booster apapun. Koentji nya adalah BE HAPPY!!

Di hari selanjutnya aku sudah bisa mandi dibantu ibuku, berjalan kesana kemari, duduk di sofa bawah, melakukan aktifitas biasa. Mungkin aku terlalu bahagia sampai melupakan rasa sakitnya huhu.

Hari Sabtu malamnya aku diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Jadi operasi hari Selasa pulang hari Sabtu, 4 hari 4 malam di rumah sakit.  Minggu paginya ibu2ku udah bersiap untuk pulang ke rumah, dan ketika aku minta tolong untuk memandikan Aleya gak ada yang bantu mandiin. Sungguhhhhh terlalu 😭😭😭 berbekal pengalaman lihat youtube aku coba sendiri buat menyeka badannya. Bismillah..
Selesaiiii..

Seperti itulah perjuanganku merawat Aleya dari dia lahir sampai sebesar ini. Memandikannya sendiri dari lahir sampai sekarang, merawatnya sendiri, memenuhi kebutuhannya, begadang menyusuinya sendiri karena aku gak tega membangunkan suamiku yang udah capek kerja, mengganti popoknya tengah malam, sungguh awal2 yang berat waktu itu dimana luka operasiku belum sembuh benar dan aku harus berjuang merawat dia seorang diri di tanah rantau ini. Siang hari pun aku harus membereskan rumah, memasak, mencuci piring pakaian, dll. Sebenarnya suamiku gak nyuruh, tapi siapa yg akan mengerjakannya kalau bukan aku? Karena aku sendiri yg memutuskan tidak ingin ada pembantu di rumah.
Dengan perjuanganku yang seoerti itu, apa aku masih belum bisa disebut ibu seutuhnya hanya aku tidak melahirkan secara normal?? 😢

Selasa, 18 Desember 2018

The unforgetable

Bagi seorang ibu, melihat perkembangan buah hati adalah kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan materi.

Akhir-akhir ini, aku seringkali dibuat takjub dengan perkembangan Aleya sekaligus sedih, karena menyadari hal ini mungkin akan hilang seiring dia semakin bertumbuh setiap harinya 😭

Setiap aku menjemur pakaian, Aleya selalu merengek meminta untuk membantuku. Dia membantu untuk mengambil cucian yang ada di ember, dan memberikan padaku untuk dipasang hanger kemudian dijemur. Setiap baju yang dia berikan kepadaku, aku selalu mengucapkan terima kasih dan kemudian dia selalu memberikan senyuman tipis. Dia ingin diberi pengakuan, tanggung jawab, dan rasa percaya bahwa dia bisa. Ya Allah. Semoga saat dia besar nanti dia masih senang hati buat bantu mamanya seperti ini. Aamiin..

Saat aku memasak, dia selalu memegang kakiku untuk minta digendong, mengamati apa yang sedang aku lakukan, bagaimana aku menggoreng, mengupas, memotong sayuran, mengaduk adonan, dll. Tapi sungguh merepotkan masak sambil menggendong bayi. Hiks tapi tak apalah karena suatu saat nanti aku pasti merindukan masa-masa ini.

Setiap pagi dan sore dia sangat senang diajak main ke luar rumah, berjalan kaki, bermain di kubangan air, memanjat tumpukan paving, melemparkan batu kerikil ke sungai, memetik bunga, dan yang paling lucu adalah ketika dia main kejar2an sama kucing. Senyumannya, cara dia tertawa sangat terlihat bahagia. Hal yang tidak akan mungkin terulang yang aku tak kan bisa melupakannya.

Sekarang dia mulai takut mendengar suara motor dan jukung (kapal) yang terdengar secara tiba tiba. Ekspresi rasa takutnya lucu sekali wkwk dia melotot merengek sambil berlari. Masyaallah 😂😂

Di usianya yang sekarang menginjak 15 bulan, dia sudah mulai mengerti akan kebutuhan orang lain, ketika papa mamanya selesai mandi membuka pintu, dia mengambilkan handuk yang sesuai dengan milik papa mamanya padahal handuk2 itu ditumpuk berjejer 3, dia selalu mengambilkan dengan benar hhe. Ketika papanya pulang kantor melepas sepatu, dia sudah bisa mengambil sepatu tersebut dan meletakkannya di rak sepatu.

Hal hal kecil inilah yang membuat aku bangga padamu nak. Perhatianmu, kerapianmu, tanggung jawabmu, di usia yang masih sekecil ini. Semoga sampai dewasa akan tetap seperti ini yaaa nak. Aamiin..

Jumat, 14 Desember 2018

Milestone

Buat mama inget2 aja keburu lupa 😂
Soalnya yg 6 mo kebawah udah lupa. Hiksss.
Ini milestone Aleya seinget mama yaaa. Motorik kasar aja yang bisa diiinget 😭
Harusnya rutin ngeblog tiap minggu kali yaaa..

6mo duduk tanpa sandaran
7mo guling guling dan bisa duduk sendiri
8mo merangkak tapi masih ngesot wkwk
9mo merangkak sempurna
10mo berdiri dengan bantuan trus mulai merambat
11mo mulai jalan dengan bantuan mama, kursi, ataupun pushwalker
12mo mulai bisa berdiri sendiri dan jalan beberapa langkah. Seminggu kemudian jalan sempurna tanpa bantuan.
13mo udah cerewet banget sekarang. Maunya jalaaaaan terus tiap hari, gak mau digandeng. Suka kejar2an sama kucing tapi belum bisa lari haha.

Di 13 bulan ini Aleya udah tambah pinter dan bukan bayi lagi. Semua makanan bisa dia makan, bahkan makanan pedes dikitpun dia doyan, ketela rebus yang keras gedhe pun dia bisa kunyah padahal sejak 8 bulan giginya baru 6 dan belum nambah2 😂

Dia udah bisa manggil mamanya kalau butuh sesuatu, kalau gak digubris bakalan teriak "maaaaaaaah" dengan lantang hahaha..
Manjaaaaa banget kalau papanya di rumah, digelendotin, minta pangku, minta gendong, dan tiap pagi selalu minta naik motor sebelum papanya berangkat kerja wkwk kalau sampai kelupaan gak naik motor dia pasti nangis meraung raung pas papanya pamit berangkat kerja 😂

Aleya gak punya rasa takut kayaknya, meskipun dia tahu itu bahaya dia tetep nekat (awalnya maju mundur tapi tetep dia lakuin) hahaha misalnya nemu makanan kotor atau crayon nih di lantai..
Dia tahu itu kotor tapi pengen nyobain, udah mangap2 sambil mau masukin nih trus diliat2 lagi sama dia, dia mangap2 lagi gak jadi dimakan, dibau2in abis itu, ehhhh tetep dimakan akhirnya 😂
Lucuuuu banget wkwkwk

Trus mau turun ke tangga teras depan rumah atau keluar dari pintu yang ada turunannya sedikit. Dia mikir2 dulu, angguk2 ke bawah ngecek bahaya engga, dicoba kakinya diturunin sambil berdiri pegangan tapi gak bisa, haha akhirnya dia duduk ngglesot buat turun. Wkwkkwk udah tau bahaya bisa jatuh masih nekat.

Mungkin itu efek gara2 mamanya tegaan sih, aku gak pernah larang dia buat gak boleh ini itu dan jarang banget bantuin dia. Aleya pasti aku biarkan dulu coba sendiri, ntar kalau udah emosi gak bisa2 pasti ujung2nya minta bantuan kok dia. Pasti manggil2 mamanya. Biar dia mandiri dan percaya diri pada kemampuannya sendiri lah yaa. Wkwkwk

Aleya juga udah bisa memahami instruksi2 sederhana seperti melakukan gerakan dadah, kiss bye, cuci tangan, gosok gigi, sembahyang, berdoa, aamiin, tepuk tangan, hentak kaki, geleng2, angguk2, senyum, nyengir, kaget, baby shark, pusiiing, dll.

Aleya juga sudah bisa menunjuk beberapa anggota tubuh seperti kepala, hidung, tangan kanan kiri, rambut, mata, udel, telinga, nenen, kaki wkwk. Di rumah juga ada poster hewan, dan dia sudah bisa menunjuk hewan yang mama sebutkan seperti kucing, ikan, anjing, monyet, gajah, jerapah, kupu kupu, badak, ular,  kuda, sapi, kambing, dll.

Aleya juga sudah bisa diminta tolong untuk tutup pintu, ambilkan ini, ambilkan itu, coret2 kertas, pencet2 tombol atau remot, kupas bawang, mandiin (bersihkan) ikan, petik sayur, dll. She's not baby anymore.

PR buat mama adalah mengajari dia untuk berbagi mainan, kalau makanan sih dia baik banget, bahkan suapin orang yang gak dikenal pun mau, tapi kalau berbagi mainan dengan teman haduuuh susahnya. Dia pengennya apa yang dipegang temennya harus dia ambil 😂😂

Alhamdulillah milestone dia baguuus banget. Gak ada yang terlambat justru cepettt, untuk usia 13 bulan dia sudah checklist milestone anak usia 18 bulan. Mama bahagia selalu ada disampingmu selama 24jam dan menyaksikan perkembanganmu selalu nak 😘😘

Sabtu, 03 November 2018

Life

👧 Aleya udah gak mau disuapin skrg pah.
👦 Ya bagus berarti udah mandiri
👧 Iya sekarang gak mau disuapin. Lama2 gak mau digendong. Lama2 gak mau dipeluk. Lama2 gak mau diuyel2. Huaaaaa..
👦 Lama2 maunya main sama temennya. Lama2 jauh dari kita. Lama2 pulang setahun sekali.
👧 *mendadak mbrebes mili*
👦 Kok nangis. Ya gitu siklus kehidupan mah. Lama2 kita tua ditinggal anak2.
👧 Ya nanti kalau Aleya gak pulang, mama yang nyusulin dia ke rumahnya nho 😂😂

Percakapan terlalu jauuuh. Pdhl anak baru setahun 😂😂

Kamis, 25 Oktober 2018

Which one do you choose?

Mengamati fenomena sekitar dengan merebaknya jastip2 untuk barang2 dan baju branded ini. Sebenarnya antara bingung dan heran. Kenapa bisnis jastip bisa selaris itu. Sehedon itukah masyarakat millenial jaman sekarang. Atau mungkin akunya yg terlalu ngirit 😂😂

Beberapa teman di kota2 besar menawarkan jastip dagangan mereka yg mostly adalah baju baju anak yg harga sebijinya bisa buat beli baju emaknya 3 biji. Sebenernya kuingin ikut nglarisi dagangan temen. Tapi mungkin kekep dompet lebih baik. Hahaha

Saya bukan tipe ibu2 yang suka shopping stuff soalnya, entah itu baju, sepatu, tas, maupun make up. Iyalah saya cuma di rumah doang mending buat beli daster 😂 But actually bukan itu alasannya. Selalu saya tanamkan bahwa "looks can be deceiving" bukan seberapa mahal stuff yang kalian pakai, tapi seberapa rapi, bersih, dan seberapa baju itu fit to your body itulah yang penting. Jadi saya bukan tipe pecinta jastip. Kecuali jastip buku BBW 😂
Kapan lagi dapet buku impor murah maak kalau ga pakai jastip wkwkwk

Ada juga nih ibu ibu yang komentar soal MPASI. Ada yang pernah julid ke saya ngapain sih pake minyak kedelai pake minyak biasa juga bisa, ngapain sih pakai organik orang bapak ibunya aja makan seadanya, ngapain sih pakai keju harus ini harus itu, ngapain yang gak ada harus diada2in. Yang lebih greget nih orang yang julid ini ngasih makan anaknya seadanya doang tapi sepatu anaknya bisa buat beli sepatu anak saya 10 biji. Hahahaha.
Trussss mana yang bener mana yang salah??

Gak ada yang bener dan gak ada yg salah gaes. Setiap ibu adalah ibu terbaik untuk versi mereka masing2. Mereka ingin yang terbaik untuk anaknya. Mungkin ibu ini lebih bahagia kalau anaknya terlihat ketjheee dan keren dengan baju2 branded yang mahal.
Tapi buat saya, enggak dulu deh. Ini golden age 3 tahun jangan disia-siain. Saya ingin yang terbaik untuk anak saya. Saya ingin nutrisi anak saya optimal untuk 3 tahun awal kehidupannya karena 3 tahun ini gak akan keulang lagi. Jadi kalau saya habis2kan uang saya buat beli superfood yaaa gpp dong, melihat anak bisa tumbuh kembang dan tercukupi nutrisinya saya lebih bahagia kok drpd sekedar membuang uang untuk beli stuff branded2 gitu. Ini khusus ibu2 yang julid ke saya masalah MPASI ya buibu. Jangan baper bacanya 😂

Ok selesai sudah perjulid an saya buat ibu2 yang suka shopping ini wkwkwk. Eitttsss saya gak julid ya, saya cuma sharing aja kenapa saya gak suka shopping. Itu hak kalian banget kok buat seperti itu, toh itu juga duit2 kalian sendiri wkwkwk

Jumat, 21 September 2018

1 year will be passed

Gak berasa Aleya udah hampir 1 tahun melengkapi keluarga kecil ini. Sangat sangat bersyukur Allah mengizinkanku untuk menjadi seorang ibu seutuhnya yang menemani dia setiap hari dan melihat perkembangannya.

Menginjak usianya yang hampir 1 tahun. Perkembangan dia sangat luar biasa. Dia sudah bisa membalikan tubuhnya di usia 4 bulan, menggulung2 tubuhnya di usia 7 bulan, mulai duduk sendiri di usia 8 bulan, mulai merangkak dengan 1 kaki tegak di usia 8 bulan, dan saat 9 bulan akhirnya dia bisa merangkak sempurna. Bahkan berlari. Hehe sekarang di usianya 11 bulan, dia sedang belajar untuk berjalan. Sudah bisa berdiri sendiri sambil mencari pegangan dan melangkahkan kaki dengan dibantu galon atau kursi kayu. Oh yaa dia sudah bisa memakai sedotan sendiri sejak usia 6 bulan. Lucuuuuu. Motorik kasarnya berkembang sempurna.

Dia sudah bisa memanggil mama dan papa. Tersenyum, tertawa, salim dan dadah setiap papa berangkat kerja, godain mama tiap disuapin..pura2 mau haaak, habis itu lari sambil senyum2 wkwkwk, udah bisa ngajak cilukba, main kuda2an, dan ceriaaaa banget setiap diajak kejar2an sama mama papanya. Perkembangan sosial sempurnaaa.

Motorik halusnya juga sudah bagus. Dia sudah bisa mengambil benda2 kecil dan memasukkannya ke mulut, makan biskuit sendiri, mencoret2 kertas, memegang sendok,  meremas dan merobek kertas, apalagi yang lain yaaa haha

Dia sangat suka baca buku. Antusias setiap melihat buku. Langsung disodorin ke mama sambil teriak2. Kode suruh bacain buku wkwk. Setiap minta gendong dia selalu menunjuk atas lemari..dia tahu kalau gendongan di atas sana. Suruh ambil mamanya trus suruh gendong wkwk. Kalau mau nenen juga langsung buka2 baju mamanya. Kalau mau makan juga langsung mengecap2kan mulut sambil bilang mamam. Kalau mau minum air putih langsung cari tempat minum dan disodorkan ke papa atau mama suruh bukain. Haha tiap mama atau papa makan pasti langsung mendekat minta disuapin. Secara giginya udah tumbuh 6 (atas 4 bawah 2) makanya udah jago makan nasi 😁😁 Oh yaa tiap mama atau papa shalat, kita selalu pasang sajadah juga buat Aleya. Dia pasti selalu ikut2an sujud berkali2. Lucuu banget.

Pokoknyaaa Aleya kebanggaan mama banget. Pinter dan sholehah yaaa nakk..